Sahabat

“Sahabat” satu kata yang udah familiar banget sama kita. Tingkatan yang 1 level diatas pertemanan biasa. Sebenarnya apa sih hakikat dari sahabat itu sendiri? Orang yang berbagi saat suka/duka. Yap! Ga cuma ada pas lagi butuh doang. Hahaha

Kehadiran seorang sahabat sangat berarti buat kita, dia yang tahu segalanya tentang kita. Apa makanan serta minuman favorit kita, mode fashion yang kita suka, de el el. Sampe diapun hafal cara kita tidur ataupun ‘ngupil’. Wkwkwkwk

PhotoGrid_1447989915112

Tadaaa…. 😀

Mereka sahabatku sekarang 🙂 Orang-orang yang nemenin saat aku seneng, nangis, bahkan ‘ngupil’ sekalipun. Hahaha. Perjalanan persahabatan kita bukan tanpa rintangan, penghianatan sahabat (SUDAH PERNAH!) Sakit? Yap! Itu pasti!

Dari pengalaman tersebut, kita jadi semakin kuat kokok tak tertandingi (kata iklan semen) 😀 Persahabatan bukan karna status, catet! Layaknya orang yang lagi jatuh cintrong, kita menerima kekurangan serta kelebihan masing-masing dari sahabat kita. Kita saling dukung, menjadi bagian dari perjuangannya *bighug*

Iklan

Hijrah :)

Assalamu’alaikum…

Setelah sekian lama ga pernah buka blog gara2 lupa ID + password O.o hahaha. Alhamdulillah bisa kembali juga 🙂

Kehidupan berjalan seiring dengan waktu yang tak bisa diputar kembali. *Masa iya waktu bisa diputar? Kalo bisa sih aku pengen balik masa-masa masih TK. Waktu belum punya adek, sehingga kasih sayang orang tua tak terbagi. Hahaha… Ga terasa ya udah makin dewasa, bentar lagi jg mau kepala 2 😀

Ngomongin tentang waktu, kita pasti lewati fase-fase tersendiri yang buat kita ga pernah bisa lupa dengan moment tertentu. Kita kecil, tumbuh jadi anak-anak, berkembang jadi remaja kemudian dewasa. Kita dididik oleh orang tua, dan bentar lagi kita juga akan jadi orang tua. Pasti kita bakal ngerasain apa yang orang tua kita rasain saat kita bandel, nakal, jail, atau apapun itu.

Masa SMK….

Haahh ingat masa-masa itu, waktu sering main kesana-kemari. Masa waktu bandel-bandelnya seorang anak, karena itu lagi masa transisi (katanya sih gitu :D) dijabanin deh mana tempat wisata ataupun makanan yang lagi hits. Sampe berat badan meledak. Haahaha Pake celana pencil (yang tiap hari butuh rautan :D) kaos, jilbab dinaikin. Itulah tren :p

Sekarang….

Kalo ketemu temen SMK pasti mereka bilang gini “Kok kayak madina ya? Sejak kapan jadi tobat gini?” dan mereka bertanya dengan penuh tanda tanya besar. Hahahaha. Mungkin mereka belum percaya dengan penampilanku sekarang (MAYBE :p) Hello…. Ini aku bukan orang lain. Aku ga berubah jadi ‘batman’ kok. Masih tetep perempuan 😀

IMG_1485.JPG

Yaaapp… Inilah yang buat semua temen-temen kaget. TRANSFORMASI 😀 hahahhaa. Dari yang suka pake pakaian yang bengkong-bengkong dimana-mana. Jadi ga ada bengkongannya  ^_^

Alhamdulillah karna Alloh SWT sangat sayang padaku  ^_^

Memutuskan untuk syar’i sangatlah sulit, ini keputusan yang berat. Ga bisa modis lagi, ga bisa pake baju-baju yang lagi hits, dan terutama ga bisa pake celana pulpen. Hahaha

 

Indahnya Telaga Ngebel

Indahnya Telaga Ngebel

Jika hanya ada dalam angan-angan tanpa melihatnya secara nyata, apapun itu tak akan menjadi sesuatu yang berarti. (14 Januari 2013 13:23)

Pelajaran HTML pertama kali :)

# untuk mencoba hilangkan tanda (//)

 

1. Heading Elemen

//<html>

//<head>
//<tittle>Heading Elements</tittle>
//</head>

//<body>
//<h1>Heading one</h1>
//<h2>Heading two</h2>
//<h3>Heading three</h3>
//<h4>Heading four</h4>
//<h5>Heading five</h5>
//<h6>Heading six</h6>
//</body>

//</html>

2. Formating Paragraf

//<html>

//<head>
//<tittle>Formating Paragraf</tittle>
//</head>

//<body>
//<h2>Aku dan Dia</h2>
//<p>
//Dia, kulihat dia. Slalu menutup mata. Dia adalah malam. Aku dan Dia
//</p>
//<p>
//Dia menutup mata. Dia terus berhalan. Dia tak hiraukan. Aku dan Dia
//</p>
//<p>
//Teranglah kepadaku, manusia sempurna untukku. Lara hati, menunggu….. menunggu dia….
//</p>
//</body>

//</html>

3. Unordered List

//<html>

//<head>
//<tittle>Unordered List</tittle>
//</head>

//<body>
//<p>Shedule for HTML Course</p>
//<ul>
//<li>Sunday</li>
//<li>Monday</li>
//<li>Tuesday</li>
//<li>Wednesday</li>
//</ul>
//</body>

//</html>

4. Ordered List

//<html>

//<head>
//<title>Ordered List</title>
//</head>

//<body>

//<P>Shedule for HTML Course</P>

//<ol start=”1″ type=”I”>
//<li>Sunday</li>
//<ol type=”a”>
//<li>Introduction to HTML</li>
//<li>Creating List</li>
//</ol>

//<li>Monday</li>

//<ol type=”A”>
//<li>Creating table</li>
//<li>Inserting Image</li>
//</ol>

//<li>Tuesday</li>

//<ol type=”I”>
//<li>Creating Link</li>
//<li>Preparing Website</li>
//</ol>
//<li>Wednesday</li>
//</ol>
//</body>
//</html>

Hari Ini Milik Kita

Andai a a a a aku jadi orang kaya….
Andai a a a a aku nggak usah cari kerja…

Itulah hidup yang penuh angan-angan. Tanpa usaha nyata, tanpa kerja. Angan-angan semu. Nikmatilah hari ini, berbuatlah yang terbaik pada hari ini. Jangan bermimpi yang belum tentu ada di esok hari. Hiruplah udara segar, nikmatilah secangkir kopi yang tersedia di mejamu, daripada mengangankan minum susu di esok hari.Ulurkan tangan untuk melepaskan kesulitan sesama pada hari ini. Ucapkanlah kata yang indah pada semua orang, hindarkan syak prasangka, mengghibah alias “ngrasani”, memfitnah. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya, dan mintalah ampunan atas segala dosa, mohon petunjuk danlindungan kepadaNya atas langkah kita. Syukurilah apa yang kita dapat hari ini adalah nikmat terindah yang kita dapat. Nikmat masih dalam lindungan Islam dan Iman.

Wah seandainya kemarin aku berbuat begini maka mungkin hasilnya akan lebih baik dan tidak begini…

Itulah hidup yang selalu menengok kebelakang. Leher sakit karena selalu melihat masa lalu dan selalu menyesalinya. Masa lalu tidak bisa dirubah lagi. Tinggalkanlah, ambil hikmahnya untuk menatap esok hari. Masa lalu tidak perlu ditangisi, dia telah pergi tak akan kembali.

Bahkan dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah saw melarang untuk berkata …Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia inginkan maka tentu Dia kerjakan.’ Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan syaitan.

Biarkan masa lalu berlalu dan masa datang akan datang sendiri

Syntax Percobaan (C++)

***1***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{int x;
Float y;
Char z;
Double w;
Clrscr();
X=10;
Y=9.45;
Z=’c’;
W=3.45E+20;
Printf(“Nilai dari x adalah :%i/n”,x);
Printf(“Nilai dari y adalah :%f/n”,y);
Printf(“Nilai dari z adalah :%c/n”,z);
Printf(“Nilai dari w adalah :%1f/n”,w);
Getch();
Return 0;
}

***2***

#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{clrscr();
Printf(“Nilai dari 9+4 adalah :%i”,9+4);
Printf(“Nilai dari 9-4 adalah :%i”,9-4);
Printf(“Nilai dari 9*4 adalah :%in”,9*4);
Printf(“Nilai dari 9/4 adalah :%”,9/4);
Printf(“Nilai dari 9\%4 adalah :%i”,9%4);
Getch();
Return 0;
}

***3***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{int bil;
Clrscr();
For (bil=1;bil(100; bil++)
{if (bil % 2==0)
Printf(“%5.0i”,bil);
}
Getch();
Return 0;
}

***4***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{int x, nilai;
Clrscr();
X = 5;
Nilai = ++x;
Printf(“nilai = %d, x = %d\n”, nilai, x);
Nilai = x++;
Printf(“nilai = %d, x = %d\n”, nilai, x);
Getch();
Return 0;
}

***5***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int b, nilai;
Clrscr();
B = 15;
Nilai = –b;
Printf(“nilai = %d, b = %d\n”, nilai, b);
Nilai = b–;
Printf(“nilai = %d, b = %d\n”, nilai, b);
Getch();
Return 0;
}

***6***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{
Clrscr();
Printf(“Contoh Penggunaan Komentar”);
Getch();
Return 0;
}

***7***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int jumlah;
Char huruf, nim[10];
Float nilai;
Clrscr();
Printf(“Masukkan sebuah bilangan bulat : “);
Scanf(“%d”, &jumlah );
Printf(“Masukkan sebuah karakter : “);
Scanf(“%c”, &huruf );
Printf(“Masukkan nim Anda : “);
Scanf(“%s”, &nim );
Printf(“Masukkan sebuah bilangan pecahan : “);
Scanf(“%f”, &nilai );

Printf(“\nnilai variable yang Anda masukkan adalah :\n”);
Printf(“jumlah = %d\n”, jumlah );
Printf(“huruf = %c\n”, huruf );
Printf(“nim = %s\n”, nim );
Printf(“nilai = %f\n”, nilai );
Getch();
Return 0;
}

***8***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{
Char nama[20];
Clrscr();
Printf(“Masukkan nama Anda : “);
Gets(nama);
Printf(“Hello, Nama Anda adalah %s”, nama);
Getch();
Return 0;
}
***9***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{
Char huruf1, huruf2;
Printf(“Masukkan sebuah karakter : “);
Huruf1 = getche();
Printf(“\nkarakter yang Anda masukkan adalah %c\n”, huruf1);
Printf(“\nmasukkan sebuah karakter lagi : “);
Huruf2 = getch();
Printf(“\nkarakter yang Anda masukkan adalah : %c, huruf2);
Getch();
Return 0;
}

***10***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ float nilai;
Clrscr();
Puts(“Masukkan nilai Anda : );
Scanf(“%f”, &nilai);
Printf(“Anda memperoleh nilai %5.2f”, nilai);
Printf(“Apakah Anda telah puas mendapat nilai %6.4f ?”, nilai);
Getch();
Return 0;
}

***11***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int umur;
Char nama[20];
Clrscr();
Puts(“Masukkan nama Anda : );
Gets(nama);
Puts(“Masukkan umur Anda : “);
Scanf(“%d”, &umur);
Printf(“Nama Anda : %s \n”, nama);
Printf(“Umur Anda : %d \n”, umur);
Getch();
Return 0;
}

***12***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{
Fprintf(stdprn, “Hallo, Saya akan tercetak di printer”);
Fputs(stdprn, “Saya juga akan tercetak di printer”);
Getch ();
Return 0;
}

***13***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ float nilai;
Printf(“Masukan nilai yang didapat : “);
Scanf(“%f”, &nilai);
If(nilai > 65)
Printf(“\n ANDA LULUS !!!!\n”);
Getch();
Return 0;
}

***14***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ clrscr();
Int a,b,c,max;
Printf(“Entry bil 1 : “);fflush(stdin);scanf(“%i”,&a);
Printf(“Entry bil 2 : “);fflush(stdin);scanf(“%i”,&b);
Printf(“Entry bil 3 : “);fflush(stdin);scanf(“%i”,&c);
If((a>b)&&(a>c))
Max=a;
If((b>a)&&(b>c))
Max=b;
If((c>a)&&(c>b))
Max=c;
Printf(“Bil terbesar : %i\n”,max);
If(max>0)
Printf(“Bil tsb adalah bil positif\n”);
If(max 65)
Printf(“\n LULUS !!!\n”);
Else
Printf(“\n TIDAK LULUS !!!\n”);
Getch();
Return 0;
}

***16***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ clrscr();
Int hari;
Puts(“Menentukan nama hari\n”);
Puts(“1 = Senin 2 = Selasa 3 = Rabu 4 = Kamis”);
Printf(“\nmasukan kode hari( 1-7) : “);
Scanf(“%d”, &hari);
Switch(hari)
{ case 1 : puts(“Hari Senin”);
Case 2 : puts(“Hari Selasa”);
Break;
Case 3 : puts(“Hari Rabu”);
Break;
Case 4 : puts(“Hari Kamis”);
Break;
Case 5 : puts(“Hari Jum’at”);
Break;
Case 6 : puts(“Hari Sabtu”);
Break;
Case 7 : puts(“Hari Minggu”);
Break;
Default : puts(“Kode hari yang Anda masukan SALAH”);
}
Getch();
Return 0;
}

***17***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int x;
X = 1;
While (x <= 10)
{ printf(“%d BAHASA C\n”, x);
X ++;
}
Getch();
Return 0;
}

***18***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ clrscr();
Int i=1,x;
While(i<=3)
{ x=1;
While(x<=i)
{ printf(“%3i”,x);
X=x+1;
}
Printf(“\n”);
I=i+1;
}
Getch();
Return 0;
}

***19***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int x;
X = 1;
Do
{ printf(“%d BAHASA C\n”, x);
X ++;
}
While(x <= 10);
Getch();
Return 0;
}

***20***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int x;
For(x = 1; x<= 10; x++)
{ printf(“%d BAHASA C\n”, x); }
Getch();
Return 0;
}

***21***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ clrscr();
Float r,i,x,t=0;int y;
For(y=1;y<=3;y++)
For(i=0;i<=2;i++)
{ printf(“Entry bilangan %i : “,y);
Scanf(“%f”,&x);
T=t+x;
Y=y+1;
}
Printf(“\n Total : %.2f”,t);
R=t/i;
Printf(“\n Rata rata : %.2f”,r);
Getch();
Return 0;
}

***22***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int index, nilai[10];
Clrscr();
Printf(“Input nilai 10 mahasiswa : “);
For(index=0; index < 10; index++)
{ printf(“Mahasiswa %i : “, index+1);
Scanf(“%i”, &nilai[index]);
}
Printf(“Nilai mahasiswa yang telah diinput”);
For(index=0; index < 10; index++)
{ printf(“%5.0i”, nilai[index]);
}
Getch();
Return 0;
}

***23***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “string.h”
Int main()
{ char jurusan[25], jenjang[10], nim[10], nama[20];
Crlscr();
Printf(“Masukkan nama Anda : “);
Gets(nama);
Printf(“Masukkan NIM Anda : “);
Gets(nim);
Switch(nim[2])
{ case ‘1’ : strcpy(jurusan, “Teknik Informatika”);
Break;
Case ‘2’ : strcpy(jurusan, “Sistem Informasi”);
Break;
Case ‘3’ : strcpy(jurusan, “Teknik Komputer”);
Break;
Case ‘4’ : strcpy(jurusan, “Komputerisasi Akuntansi”);
Break;
Default : printf(“Anda salah memasukkan NIM. Coba periksa lagi !”);
Break;
}
If(nim[4] == ‘5’)
{ strcpy(jenjang, “Strata-1”);
}
Else
{ if(nim[4] == ‘3’)
{ strcpy(jenjang,”Diploma-3”);
Else
Printf(“anda salah memasukkan NIM. Coba periksa lagi !”);
}
Printf(“ <>“);
Printf(“Nama : %s”, nama);
Printf(“NIM : %s”, nim);
Printf(“Jurusan : %s”, jurusan);
Printf(“Jenjang : %s”, jenjang);
Getch();
Return 0;
}

***24***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int baris, kolom, matriks[3][4];
Crlscr();
// Input elemen array secara Row Major Order
Printf(“Input elemen Array : \n“);
For(baris=0; baris<3; baris++)
{ for(kolom=0; kolom<4; kolom++)
{ printf(“matriks[%i][%i]”, baris+1, kolom+1);
Scanf(“%i”, &matriks[baris][kolom]);
}
Printf(“\n”);
}
// Tampilkan elemen Array secara Row Major Order
Printf(“Isi array : \n”);
For(baris=0; baris<3; baris++)
{ for(kolom=0; kolom<4; kolom++)
{ printf(“%i”, &matriks[baris][kolom]);
}
Printf(“\n”);
}
Getch();
Return 0;
}

***25***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int A[3][4], B[3][4], X[3][4], Y[3][4], C[3][4], i, j;
Clrscr();
/******* Masukkan matriks A *******/
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
{ printf(“input data matrik A[%i][%i] : “,i+1,j+1);
Fflush(stdin);scanf(“%i”,&A[i][j]);
}
}
/******** Masukkan matriks B ********/
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
{ printf(“input data matrik B[%i][%i] : “,i+1,j+1);
Fflush(stdin);scanf(“%i”,&B[i][j]);
}
}
/******** Proses penjumlahan matriks A dan B ********/
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
{ X[i][j]=A[i][j]+B[i][j];
}
}
/******** Cetak isi matriks A ********/
Printf(“\n matrik A\n”);
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
Printf(“%6i”,A[i][j]);
Printf(“\n”);
}
Printf(“\n”);
/******** Cetak isi matriks B *******/
Printf(“\n matrik B\n”);
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
Printf(“%6i”,B[i][j]);printf(“\n”);
}
Printf(“\n”);
/******** Cetak hasil penjumlahan matriks A dan B *******/
Printf(“\n matrik penjumlahan A+B\n”);
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
Printf(“%6i”,X[i][j]);printf(“\n”);
}
Printf(“\n\n”);
Getch();
Return 0;
}

***26***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ float p[20], a[20][20], t;
Int m, i, j, k, x;
Clrscr();
Printf(“\nmasukkan ukuran matriks : \n”);
Scanf(“%d”, &m);
Printf(“\nmasukkan nilai elemen matriks yang akan diinvers”);
Printf(“\nsecara baris per baris\n”);
For(i=1; i<=m; i++)
{ printf(“\n”);
For(j=1; j<=m; j++)
{ printf(“A(%d,%d)= “,i, j);
Scanf(“%f”, &a[i][j]);
}
}
Printf(“\nmatriks asli : “);
For(i=1; i<=m; i++)
{ printf(“\n”);
For(j=1; j<=m; j++)
Printf(” %.2f”, a[i][j]);
}
{ p[i] = a[i][j];
A[i][j] = 1;
For(j=1; j<=m; j++)
{ a[i][j] = a[i][j]/p[i];
}
For(k=1; k<=m; k++)
{ if(k != i)
{ t = a[k][i];
A[k][i] = 0;
For(x=1; x<=m; x++)
A[k][x] = a[k][x] – a[i][x] * t;
}
}
}
Printf(“\n\nmatriks inversi : \n”);
For(i =1; i <=m; i++)
{ for(j=1; j<=m; j++)
Printf(” %.1f”, a[i][j]);
Printf(” \n”);
}
Getch();
Return 0;
}

***27***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int i, j, k;
Static int data_huruf[2][8][8] =
{ { { 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 0, 0, 0, 0, 1, 0 },
{ 1, 1, 0, 0, 0, 0, 0, 0 },
{ 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 0 },
{ 0, 0, 0, 0, 1, 1, 1, 0 },
{ 1, 0, 0, 0, 1, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 0 },
{ 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0 }
},
{ { 1, 1, 0, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 0, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 0, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 1, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 1, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 1, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0 }
}
};
For(i=0; i<2; i++)
{ for(j=0; j<8; j++)
{ for(k=0;k 0)
Printf(“%s > %s”, string1,string2);
Else
If(hasil == 0)
Printf(“%s = %s”, string1, string2);
Else
Printf(“%s < %s”, string1, string2);
Getch();
}

***31***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “ctype.h”
Int main()
{ char karakter;
Clrscr();
Printf(“Masukkan sebuah karakter : “); karakter = getche();
If(isupper(karakter))
{ puts(“ adalah huruf besar”);
Printf(“Huruf kecilnya adalah : %c”, tolower(karakter));
}
Else
If(islower(karakter))
{ puts(“ adalah huruf kecil”);
Printf(“Huruf besarnya adalah : %c”, toupper(karakter));
}
Else
If(isdigit(karakter))
Puts(“ adalah karakter digit”);
Else
Puts(“ bukan huruf besar, huruf kecil atau digit”);
Getch();
Return 0;
}

***32***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “math.h”
Int main()
{ int x, y;
Float z;
Clrscr();
Printf(“Menghitung x pangkat y\n”);
Printf(“x = “); scanf(“%i”, &x);
Printf(“y = “); scanf(“%i”, &y);
Printf(“ %i dipangkatkan dengan %i adalah %7.2lf”, x, y, pow(x, y));
Getch();
Clrscr();
Printf(“Menghitung akar suatu bilangan z\n”);
Printf(“z = “); scanf(“%f”, &z);
Printf(“Akar dari %f adalah %7.2lf”, z, sqrt(z));
Getch();
Return 0;
}

***33***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “math.h”
Int main()
{ float sudut;
Clrscr();
Printf(“Menghitung nilai sinus, cosinus dan tangens\n”);
Printf(“Masukkan sudut : “);
Scanf(“%f”, &sudut);
Printf(“Nilai sinus %.2f derajat adalah %.3f”, sudut, sin(sudut));
Printf(“Nilai cosinus %.2f derajat adalah %.3f”, sudut, cos(sudut));
Printf(“Nilai tangens %.2f derajat adalah %.3f”, sudut, tan(sudut));
Getch();
Return 0;
}

***34***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “math.h”
Int main()
{ char x[4] = “100”, y[5] =”10.3”;
Int a;
Float b;
Clrscr();
A = atoi(x); b = atof(y);
Printf(“Semula A = %s B = %s\n”, x,y);
Printf(“Setelah dikonversi A = %i B = %.2f”, a,b);
Getch();
Return 0;
}

***35***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “stdlib.h”
Int main()
{ int x, y;
Div_t hasil;
Clrscr();
Printf(“Menghitung sisa dan hasil pembagian x dengan y\n”);
Printf(“x = “); scanf(“%i”, &x);
Printf(“y = “); scanf(“%i”, &y);
Hasil = div(x,y);
Printf(“\n\n %3i div %3i = %3i sisa %3i”, x, y, hasil.quot, hasil.rem);
Getch();
Return 0;
}

***36***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “stdlib.h”
Int main()
{ int x, y, z;
Clrscr();
Printf(“Menentukan bilangan terbesar dan terkecil\n”);
Printf(“X = “); scanf(“%i”, &x);
Printf(“Y = “); scanf(“%i”, &y);
Printf(“Z = “); scanf(“%i”, &z);
Printf(“\nbilangan terbesar : %i”, max(max(x, y), z));
Printf(“\nbilangan terkecil : %i”, min(min(x, y), z));
Getch();
Return 0;
}

***37***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Float tambah(float x, float y);
Int main()
{ float a, b, c;
Clrscr();
Printf(“A = “); scanf(“%f”, &a);
Printf(“B = “); scanf(“%f”, &b);
C = tambah(a, b);
Printf(“A + B = %.2f”, c);
Getch();
}
Float tambah(float x, float y)
{ return (a+b);
}

***38***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Long int faktorial(int N);
Int main()
{ int N;
Long int fak;
Printf(“Berapa factorial ? “); scanf(“%i”, &N);
Fak = faktorial(N);
Printf(“%i factorial = %ld\n”, N, fak);
Getch();
}
Long int faktorial(int N)
{ int I;
Long int F = 1;
If(N<=0)
Return(0);
For(I=2; I<=N; I++)
F = F * I;
Return(F);
}

***39***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Void tukar(int x, int y);
Int main()
{ int a,b;
Clrscr();
A = 15;
B = 10;
Printf(“Nilai sebelum pemanggilan fungsi\n”);
Printf(“a = %i b = %i\n\n”, a, b);
Tukar(a,b);
Printf(“Nilai setelah pemanggilan fungsi\n”);
Printf(“a = %i b = %i\n\n”, a, b);
Getch();
}
Void tukar(int x, int y)
{ int z;
Z = x;
X = y;
Y = z;
Printf(“Nilai di akhir fungsi tukar()\n”);
Printf(“x = %i y = %i\n\n”, x, y);
}

***40***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Void tukar(int *px, int *py);
Int main()
{ int a,b;
Clrscr();
A = 15;
B = 10;
Printf(“Nilai sebelum pemanggilan fungsi\n”);
Printf(“a = %i b = %i\n\n”, a, b);
Tukar(&a,&b);
Printf(“Nilai setelah pemanggilan fungsi\n”);
Printf(“a = %i b = %i\n\n”, a, b);
Getch();
}
Void tukar(int *px, int *py)
{ int z;
Z = *px;
*px = *py;
*py = z;
Printf(“Nilai di akhir fungsi tukar()\n”);
Printf(“*px = %i *py = %i\n\n”, *px, *py);
}

***41***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Void tampil(void);
Int i = 25;
Int main()
{ clrscr();
Printf(“Nilai variabel i dalam fungsi main() adalah %i\n\n”, i);
I = i * 4;
Printf(“\nnilai variabel i dalam fungsi main() sekarang adalah %i\n\n”, i);
Getch();
}
Void tampil(void)
{ int i = 10;
Printf(“Nilai variabel i dalam fungsi tampil() adalah %i\n\n”, i);
}

***42***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ register int x;
Int jumlah;
Clrscr();
For(i=1; i<=100; i++)
Jumlah = jumlah + I;
Printf(“1+2+3+…+100 = %i\n”, jumlah);
Getch();
Return 0;
}

***43***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Long int faktorial(int N);
Int main()
{ int N;
Printf(“Berapa factorial ? “); scanf(“%i”, &N);
Printf(“Faktorial dari %i = %ld\n”, N, faktorial(N));
Getch();
}
Long int faktorial(int N) {
If(N==0)
Return(1);
Else
Return(N * faktorial(N – 1));
}

***44***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int x, y; /* x dan y bertipe int */
Int *px; /* px pointer yang menunjuk objek */
Clrscr();
X = 87;
Px = &x; /* px berisi alamat dari x */
Y = *px; /* y berisi nilai yang ditunjuk px */
Printf(“Alamat x = %p\n”, &x);
Printf(“Isi px = %p\n”, px);
Printf(“Isi x = %i\n”, x);
Printf(“Nilai yang ditunjuk oleh px = %i\n”, *px);
Printf(“Nilai y = %i\n”, y);
Getch();
Return 0;
}

***45***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ float *x1, *x2, y;
Clrscr();
Y = 13.45;
X1 = &y; /* Alamat dari y disalin ke variabel x1 */
X2 = x1; /* Isi variabel x1 disalin ke variabel x2 */
Printf(“Nilai variabel y = %.2f ada di alamat %p\n”, y, x1);
Printf(“Nilai variabel y = %.2f ada di alamat %p\n”, y, x2);
Getch();
Return 0;
}

***46***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int nilai[3], *penunjuk;
Clrscr();
Nilai[0] = 125;
Nilai[1] = 345;
Nilai[2] = 750;
Penunjuk = &nilai[0];
Printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *penunjuk, penunjuk);
Printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *(penunjuk+1), penunjuk+1);
Printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *(penunjuk+2), penunjuk+2);
Getch();
Return 0;
}

***47***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int a = 100, b = 200, *pa, *pb;
Clrscr();
Pa = &a;
Pb = &b;
If(pa pb)
Printf(“pa menunjuk ke memori lebih tinggi dari pb\n”);
Getch();
Return 0;
}

***48***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
Char *nama1 = “SPIDERMAN”;
Char *nama2 = “GATOTKACA”;
Int main()
{ char namax;
Clrscr();
Puts(“SEMULA :”);
Printf(“Saya suka >> %s\n”, nama1);
Printf(“Tapi saya juga suka >> %s\n”, nama2);
/* Penukaran string yang ditunjuk oleh pointer nama1 dan nama2 */
Printf(“SEKARANG :”);
Printf(“Saya suka >> %s\n”, nama1);
Printf(“Dan saya juga masih suka >> %s\n”, nama2);
Getch();
Return 0;
}

***49***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Void misteri1(char *);
Void main() {
Char string[] = “characters”;
Printf(“String sebelum proses adalah %s”, string);
Misteri1(string);
Printf(“String setelah proses adalah %s”, string);
}
Void misteri1(char *s) {
While ( *s != ” ) {
If ( *s >= ‘a’ && *s <= ‘z’ )
*s -= 32;
++s;
}
}

***50***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ static int tgl_lahir[] = { 13,9,1982 };
Int *ptgl;
Ptgl = tgl_lahir; /* ptgl berisi alamat array */
Printf(“Diakses dengan pointer”);
Printf(“Tanggal = %i\n”, *ptgl);
Printf(“Bulan = %i\n”, *(ptgl + 1));
Printf(“Tahun = %i\n”, *(ptgl + 2));
Printf(“\ndiakses dengan array biasa\n”);
Printf(“Tanggal = %i\n”, tgl_lahir[0]);
Printf(“Bulan = %i\n”, tgl_lahir[1]);
Printf(“Tahun = %i\n”, tgl_lahir[2]);
Getch();
Return 0;
}

***51***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int x[5], *p, k;
Clrscr();
P = x;
X[0] = 5; /* x[0] diisi dengan 5 sehingga x[0] = 5 */
X[1] = x[0]; /* x[1] diisi dengan x[0] sehingga x[1] = 5 */
X[2] = *p + 2; /* x[2] diisi dengan x[0] + 2 sehingga x[2] = 7 */
X[3] = *(p+1) – 3; /* x[3] diisi dengan x[1] – 3 sehingga x[3] = 2 */
X[4] = *(x + 2); /* x[4] diisi dengan x[2] sehingga x[4] = 7 */
For(k=0; k= 97) || ( c = 65) || (c <= 90) )
++huruf [ c – 65 ];
}
Fclose(in);
}
Void CETAK ( int huruf[] ) {
Int counter;
For ( counter = 0 ; counter <= 25 ; counter++ )
Printf (“\n%c%5d”, counter + 65, huruf[counter] );
}

***57***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main() {
Int request, account;
Float balance;
Char name[25];
FILE *cfptr;
If ( (cfptr = fopen(“klien.dat”, “r+”) ) == NULL )
Printf(“File could not be opened\n”);
Else {
Printf ( “Enter request\n”
“1 – List accounts with zero balances\n”
“2 – List accounts with credit balances\n”
“3 – List accounts with debit balances\n”
“4 – End of run\n? ” ) ;
Scanf( “%d”, &request );
While (request != 4) {
Fscanf (cfptr, “%d%s%f”, &account, name, &balance);
Switch (request) {
Case 1:
Printf (“\naccounts with zero balances:\n”);
While ( !Feof(cfptr) ) {
If (balance == 0)
Printf (“%-10d%-13s7.2f\n”, account, name, balance);
Fscanf (cfptr, “%d%s%f”, &account, name, &balance);
}
Break;
Case 2:
Printf (“\naccounts with credit balances:\n”);
While ( !Feof(cfptr) ) {
If (balance 0)
Printf (“%-10d%-13s7.2f\n”, account, name, balance);
Fscanf (cfptr, “%d%s%f”, &account, name, &balance);
}
Break;
}
Rewind(cfptr);
Printf( “\n? “);
Scanf (“%d”, &request);
}
Printf (“End of run.\n”);
Fclose(cfptr);
}
}

Mencari Jawaban dari Persamaan Kuadrat dengan Menggunakan Rumus ABC (C++)

#include “stdio.h”
#include “conio.h”
#include “math.h”
main()
{float a,b,c,x1,x2,q;
clrscr();
printf(“\tMENCARI PERSAMAAN KUADRAT\n\n”);
printf(“Bilangan A=”);scanf(“%f”,&a);
printf(“Bilangan B=”);scanf(“%f”,&b);
printf(“Bilangan C=”);scanf(“%f”,&c);
printf(“\n”);
q=sqrt(b*b-4*a*c);
x1=(-b+q)/(2*a);
x2=(-b-q)/(2*a);
printf(“X1 =%0.2f\n”,x1);
printf(“X2 =%0.2f\n”,x2);
printf(“Jadi himpunan penyelesaianya adalah {%0.2f,”,x1);
printf(“%0.2f}”,x2);
getch();
}

Syntax Percobaan (C++)

***1***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{int x;
Float y;
Char z;
Double w;
Clrscr();
X=10;
Y=9.45;
Z=’c’;
W=3.45E+20;
Printf(“Nilai dari x adalah :%i/n”,x);
Printf(“Nilai dari y adalah :%f/n”,y);
Printf(“Nilai dari z adalah :%c/n”,z);
Printf(“Nilai dari w adalah :%1f/n”,w);
Getch();
Return 0;
}

***2***

#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{clrscr();
Printf(“Nilai dari 9+4 adalah :%i”,9+4);
Printf(“Nilai dari 9-4 adalah :%i”,9-4);
Printf(“Nilai dari 9*4 adalah :%in”,9*4);
Printf(“Nilai dari 9/4 adalah :%”,9/4);
Printf(“Nilai dari 9\%4 adalah :%i”,9%4);
Getch();
Return 0;
}

***3***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{int bil;
Clrscr();
For (bil=1;bil(100; bil++)
{if (bil % 2==0)
Printf(“%5.0i”,bil);
}
Getch();
Return 0;
}

***4***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{int x, nilai;
Clrscr();
X = 5;
Nilai = ++x;
Printf(“nilai = %d, x = %d\n”, nilai, x);
Nilai = x++;
Printf(“nilai = %d, x = %d\n”, nilai, x);
Getch();
Return 0;
}

***5***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int b, nilai;
Clrscr();
B = 15;
Nilai = –b;
Printf(“nilai = %d, b = %d\n”, nilai, b);
Nilai = b–;
Printf(“nilai = %d, b = %d\n”, nilai, b);
Getch();
Return 0;
}

***6***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{
Clrscr();
Printf(“Contoh Penggunaan Komentar”);
Getch();
Return 0;
}

***7***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int jumlah;
Char huruf, nim[10];
Float nilai;
Clrscr();
Printf(“Masukkan sebuah bilangan bulat : “);
Scanf(“%d”, &jumlah );
Printf(“Masukkan sebuah karakter : “);
Scanf(“%c”, &huruf );
Printf(“Masukkan nim Anda : “);
Scanf(“%s”, &nim );
Printf(“Masukkan sebuah bilangan pecahan : “);
Scanf(“%f”, &nilai );

Printf(“\nnilai variable yang Anda masukkan adalah :\n”);
Printf(“jumlah = %d\n”, jumlah );
Printf(“huruf = %c\n”, huruf );
Printf(“nim = %s\n”, nim );
Printf(“nilai = %f\n”, nilai );
Getch();
Return 0;
}

***8***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{
Char nama[20];
Clrscr();
Printf(“Masukkan nama Anda : “);
Gets(nama);
Printf(“Hello, Nama Anda adalah %s”, nama);
Getch();
Return 0;
}
***9***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{
Char huruf1, huruf2;
Printf(“Masukkan sebuah karakter : “);
Huruf1 = getche();
Printf(“\nkarakter yang Anda masukkan adalah %c\n”, huruf1);
Printf(“\nmasukkan sebuah karakter lagi : “);
Huruf2 = getch();
Printf(“\nkarakter yang Anda masukkan adalah : %c, huruf2);
Getch();
Return 0;
}

***10***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ float nilai;
Clrscr();
Puts(“Masukkan nilai Anda : );
Scanf(“%f”, &nilai);
Printf(“Anda memperoleh nilai %5.2f”, nilai);
Printf(“Apakah Anda telah puas mendapat nilai %6.4f ?”, nilai);
Getch();
Return 0;
}

***11***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int umur;
Char nama[20];
Clrscr();
Puts(“Masukkan nama Anda : );
Gets(nama);
Puts(“Masukkan umur Anda : “);
Scanf(“%d”, &umur);
Printf(“Nama Anda : %s \n”, nama);
Printf(“Umur Anda : %d \n”, umur);
Getch();
Return 0;
}

***12***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{
Fprintf(stdprn, “Hallo, Saya akan tercetak di printer”);
Fputs(stdprn, “Saya juga akan tercetak di printer”);
Getch ();
Return 0;
}

***13***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ float nilai;
Printf(“Masukan nilai yang didapat : “);
Scanf(“%f”, &nilai);
If(nilai > 65)
Printf(“\n ANDA LULUS !!!!\n”);
Getch();
Return 0;
}

***14***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ clrscr();
Int a,b,c,max;
Printf(“Entry bil 1 : “);fflush(stdin);scanf(“%i”,&a);
Printf(“Entry bil 2 : “);fflush(stdin);scanf(“%i”,&b);
Printf(“Entry bil 3 : “);fflush(stdin);scanf(“%i”,&c);
If((a>b)&&(a>c))
Max=a;
If((b>a)&&(b>c))
Max=b;
If((c>a)&&(c>b))
Max=c;
Printf(“Bil terbesar : %i\n”,max);
If(max>0)
Printf(“Bil tsb adalah bil positif\n”);
If(max 65)
Printf(“\n LULUS !!!\n”);
Else
Printf(“\n TIDAK LULUS !!!\n”);
Getch();
Return 0;
}

***16***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ clrscr();
Int hari;
Puts(“Menentukan nama hari\n”);
Puts(“1 = Senin 2 = Selasa 3 = Rabu 4 = Kamis”);
Printf(“\nmasukan kode hari( 1-7) : “);
Scanf(“%d”, &hari);
Switch(hari)
{ case 1 : puts(“Hari Senin”);
Case 2 : puts(“Hari Selasa”);
Break;
Case 3 : puts(“Hari Rabu”);
Break;
Case 4 : puts(“Hari Kamis”);
Break;
Case 5 : puts(“Hari Jum’at”);
Break;
Case 6 : puts(“Hari Sabtu”);
Break;
Case 7 : puts(“Hari Minggu”);
Break;
Default : puts(“Kode hari yang Anda masukan SALAH”);
}
Getch();
Return 0;
}

***17***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int x;
X = 1;
While (x <= 10)
{ printf(“%d BAHASA C\n”, x);
X ++;
}
Getch();
Return 0;
}

***18***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ clrscr();
Int i=1,x;
While(i<=3)
{ x=1;
While(x<=i)
{ printf("%3i",x);
X=x+1;
}
Printf("\n");
I=i+1;
}
Getch();
Return 0;
}

***19***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int x;
X = 1;
Do
{ printf(“%d BAHASA C\n”, x);
X ++;
}
While(x <= 10);
Getch();
Return 0;
}

***20***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int x;
For(x = 1; x<= 10; x++)
{ printf(“%d BAHASA C\n”, x); }
Getch();
Return 0;
}

***21***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ clrscr();
Float r,i,x,t=0;int y;
For(y=1;y<=3;y++)
For(i=0;i<=2;i++)
{ printf("Entry bilangan %i : ",y);
Scanf("%f",&x);
T=t+x;
Y=y+1;
}
Printf("\n Total : %.2f",t);
R=t/i;
Printf("\n Rata rata : %.2f",r);
Getch();
Return 0;
}

***22***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int index, nilai[10];
Clrscr();
Printf(“Input nilai 10 mahasiswa : “);
For(index=0; index < 10; index++)
{ printf(“Mahasiswa %i : “, index+1);
Scanf(“%i”, &nilai[index]);
}
Printf(“Nilai mahasiswa yang telah diinput”);
For(index=0; index < 10; index++)
{ printf(“%5.0i”, nilai[index]);
}
Getch();
Return 0;
}

***23***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “string.h”
Int main()
{ char jurusan[25], jenjang[10], nim[10], nama[20];
Crlscr();
Printf(“Masukkan nama Anda : “);
Gets(nama);
Printf(“Masukkan NIM Anda : “);
Gets(nim);
Switch(nim[2])
{ case ‘1’ : strcpy(jurusan, “Teknik Informatika”);
Break;
Case ‘2’ : strcpy(jurusan, “Sistem Informasi”);
Break;
Case ‘3’ : strcpy(jurusan, “Teknik Komputer”);
Break;
Case ‘4’ : strcpy(jurusan, “Komputerisasi Akuntansi”);
Break;
Default : printf(“Anda salah memasukkan NIM. Coba periksa lagi !”);
Break;
}
If(nim[4] == ‘5’)
{ strcpy(jenjang, “Strata-1”);
}
Else
{ if(nim[4] == ‘3’)
{ strcpy(jenjang,”Diploma-3”);
Else
Printf(“anda salah memasukkan NIM. Coba periksa lagi !”);
}
Printf(“ <>“);
Printf(“Nama : %s”, nama);
Printf(“NIM : %s”, nim);
Printf(“Jurusan : %s”, jurusan);
Printf(“Jenjang : %s”, jenjang);
Getch();
Return 0;
}

***24***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int baris, kolom, matriks[3][4];
Crlscr();
// Input elemen array secara Row Major Order
Printf(“Input elemen Array : \n“);
For(baris=0; baris<3; baris++)
{ for(kolom=0; kolom<4; kolom++)
{ printf(“matriks[%i][%i]”, baris+1, kolom+1);
Scanf(“%i”, &matriks[baris][kolom]);
}
Printf(“\n”);
}
// Tampilkan elemen Array secara Row Major Order
Printf(“Isi array : \n”);
For(baris=0; baris<3; baris++)
{ for(kolom=0; kolom<4; kolom++)
{ printf(“%i”, &matriks[baris][kolom]);
}
Printf(“\n”);
}
Getch();
Return 0;
}

***25***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int A[3][4], B[3][4], X[3][4], Y[3][4], C[3][4], i, j;
Clrscr();
/******* Masukkan matriks A *******/
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
{ printf("input data matrik A[%i][%i] : ",i+1,j+1);
Fflush(stdin);scanf("%i",&A[i][j]);
}
}
/******** Masukkan matriks B ********/
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
{ printf("input data matrik B[%i][%i] : ",i+1,j+1);
Fflush(stdin);scanf("%i",&B[i][j]);
}
}
/******** Proses penjumlahan matriks A dan B ********/
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
{ X[i][j]=A[i][j]+B[i][j];
}
}
/******** Cetak isi matriks A ********/
Printf("\n matrik A\n");
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
Printf("%6i",A[i][j]);
Printf("\n");
}
Printf("\n");
/******** Cetak isi matriks B *******/
Printf("\n matrik B\n");
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
Printf("%6i",B[i][j]);printf("\n");
}
Printf("\n");
/******** Cetak hasil penjumlahan matriks A dan B *******/
Printf("\n matrik penjumlahan A+B\n");
For(i=0;i<3;i++)
{ for(j=0;j<4;j++)
Printf("%6i",X[i][j]);printf("\n");
}
Printf("\n\n");
Getch();
Return 0;
}

***26***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ float p[20], a[20][20], t;
Int m, i, j, k, x;
Clrscr();
Printf("\nmasukkan ukuran matriks : \n");
Scanf("%d", &m);
Printf("\nmasukkan nilai elemen matriks yang akan diinvers”);
Printf(“\nsecara baris per baris\n");
For(i=1; i<=m; i++)
{ printf("\n");
For(j=1; j<=m; j++)
{ printf("A(%d,%d)= ",i, j);
Scanf("%f", &a[i][j]);
}
}
Printf("\nmatriks asli : ");
For(i=1; i<=m; i++)
{ printf("\n");
For(j=1; j<=m; j++)
Printf(" %.2f", a[i][j]);
}
{ p[i] = a[i][j];
A[i][j] = 1;
For(j=1; j<=m; j++)
{ a[i][j] = a[i][j]/p[i];
}
For(k=1; k<=m; k++)
{ if(k != i)
{ t = a[k][i];
A[k][i] = 0;
For(x=1; x<=m; x++)
A[k][x] = a[k][x] – a[i][x] * t;
}
}
}
Printf("\n\nmatriks inversi : \n");
For(i =1; i <=m; i++)
{ for(j=1; j<=m; j++)
Printf(" %.1f", a[i][j]);
Printf(" \n");
}
Getch();
Return 0;
}

***27***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int i, j, k;
Static int data_huruf[2][8][8] =
{ { { 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 0, 0, 0, 0, 1, 0 },
{ 1, 1, 0, 0, 0, 0, 0, 0 },
{ 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 0 },
{ 0, 0, 0, 0, 1, 1, 1, 0 },
{ 1, 0, 0, 0, 1, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 0 },
{ 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0 }
},
{ { 1, 1, 0, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 0, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 0, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 1, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 1, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 1, 1, 1, 0, 0, 1, 1, 0 },
{ 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0 }
}
};
For(i=0; i<2; i++)
{ for(j=0; j<8; j++)
{ for(k=0;k 0)
Printf(“%s > %s”, string1,string2);
Else
If(hasil == 0)
Printf(“%s = %s”, string1, string2);
Else
Printf(“%s < %s”, string1, string2);
Getch();
}

***31***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “ctype.h”
Int main()
{ char karakter;
Clrscr();
Printf(“Masukkan sebuah karakter : “); karakter = getche();
If(isupper(karakter))
{ puts(“ adalah huruf besar”);
Printf(“Huruf kecilnya adalah : %c”, tolower(karakter));
}
Else
If(islower(karakter))
{ puts(“ adalah huruf kecil”);
Printf(“Huruf besarnya adalah : %c”, toupper(karakter));
}
Else
If(isdigit(karakter))
Puts(“ adalah karakter digit”);
Else
Puts(“ bukan huruf besar, huruf kecil atau digit”);
Getch();
Return 0;
}

***32***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “math.h”
Int main()
{ int x, y;
Float z;
Clrscr();
Printf(“Menghitung x pangkat y\n”);
Printf(“x = “); scanf(“%i”, &x);
Printf(“y = “); scanf(“%i”, &y);
Printf(“ %i dipangkatkan dengan %i adalah %7.2lf”, x, y, pow(x, y));
Getch();
Clrscr();
Printf(“Menghitung akar suatu bilangan z\n”);
Printf(“z = “); scanf(“%f”, &z);
Printf(“Akar dari %f adalah %7.2lf”, z, sqrt(z));
Getch();
Return 0;
}

***33***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “math.h”
Int main()
{ float sudut;
Clrscr();
Printf(“Menghitung nilai sinus, cosinus dan tangens\n”);
Printf(“Masukkan sudut : “);
Scanf(“%f”, &sudut);
Printf(“Nilai sinus %.2f derajat adalah %.3f”, sudut, sin(sudut));
Printf(“Nilai cosinus %.2f derajat adalah %.3f”, sudut, cos(sudut));
Printf(“Nilai tangens %.2f derajat adalah %.3f”, sudut, tan(sudut));
Getch();
Return 0;
}

***34***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “math.h”
Int main()
{ char x[4] = “100”, y[5] =”10.3”;
Int a;
Float b;
Clrscr();
A = atoi(x); b = atof(y);
Printf(“Semula A = %s B = %s\n”, x,y);
Printf(“Setelah dikonversi A = %i B = %.2f”, a,b);
Getch();
Return 0;
}

***35***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “stdlib.h”
Int main()
{ int x, y;
Div_t hasil;
Clrscr();
Printf(“Menghitung sisa dan hasil pembagian x dengan y\n”);
Printf(“x = “); scanf(“%i”, &x);
Printf(“y = “); scanf(“%i”, &y);
Hasil = div(x,y);
Printf(“\n\n %3i div %3i = %3i sisa %3i”, x, y, hasil.quot, hasil.rem);
Getch();
Return 0;
}

***36***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
#include “stdlib.h”
Int main()
{ int x, y, z;
Clrscr();
Printf(“Menentukan bilangan terbesar dan terkecil\n”);
Printf(“X = “); scanf(“%i”, &x);
Printf(“Y = “); scanf(“%i”, &y);
Printf(“Z = “); scanf(“%i”, &z);
Printf(“\nbilangan terbesar : %i”, max(max(x, y), z));
Printf(“\nbilangan terkecil : %i”, min(min(x, y), z));
Getch();
Return 0;
}

***37***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Float tambah(float x, float y);
Int main()
{ float a, b, c;
Clrscr();
Printf(“A = “); scanf(“%f”, &a);
Printf(“B = “); scanf(“%f”, &b);
C = tambah(a, b);
Printf(“A + B = %.2f”, c);
Getch();
}
Float tambah(float x, float y)
{ return (a+b);
}

***38***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Long int faktorial(int N);
Int main()
{ int N;
Long int fak;
Printf(“Berapa factorial ? “); scanf(“%i”, &N);
Fak = faktorial(N);
Printf(“%i factorial = %ld\n”, N, fak);
Getch();
}
Long int faktorial(int N)
{ int I;
Long int F = 1;
If(N<=0)
Return(0);
For(I=2; I<=N; I++)
F = F * I;
Return(F);
}

***39***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Void tukar(int x, int y);
Int main()
{ int a,b;
Clrscr();
A = 15;
B = 10;
Printf(“Nilai sebelum pemanggilan fungsi\n”);
Printf(“a = %i b = %i\n\n”, a, b);
Tukar(a,b);
Printf(“Nilai setelah pemanggilan fungsi\n”);
Printf(“a = %i b = %i\n\n”, a, b);
Getch();
}
Void tukar(int x, int y)
{ int z;
Z = x;
X = y;
Y = z;
Printf(“Nilai di akhir fungsi tukar()\n”);
Printf(“x = %i y = %i\n\n”, x, y);
}

***40***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Void tukar(int *px, int *py);
Int main()
{ int a,b;
Clrscr();
A = 15;
B = 10;
Printf(“Nilai sebelum pemanggilan fungsi\n”);
Printf(“a = %i b = %i\n\n”, a, b);
Tukar(&a,&b);
Printf(“Nilai setelah pemanggilan fungsi\n”);
Printf(“a = %i b = %i\n\n”, a, b);
Getch();
}
Void tukar(int *px, int *py)
{ int z;
Z = *px;
*px = *py;
*py = z;
Printf(“Nilai di akhir fungsi tukar()\n”);
Printf(“*px = %i *py = %i\n\n”, *px, *py);
}

***41***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Void tampil(void);
Int i = 25;
Int main()
{ clrscr();
Printf(“Nilai variabel i dalam fungsi main() adalah %i\n\n”, i);
I = i * 4;
Printf(“\nnilai variabel i dalam fungsi main() sekarang adalah %i\n\n”, i);
Getch();
}
Void tampil(void)
{ int i = 10;
Printf(“Nilai variabel i dalam fungsi tampil() adalah %i\n\n”, i);
}

***42***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ register int x;
Int jumlah;
Clrscr();
For(i=1; i<=100; i++)
Jumlah = jumlah + I;
Printf(“1+2+3+…+100 = %i\n”, jumlah);
Getch();
Return 0;
}

***43***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Long int faktorial(int N);
Int main()
{ int N;
Printf(“Berapa factorial ? “); scanf(“%i”, &N);
Printf(“Faktorial dari %i = %ld\n”, N, faktorial(N));
Getch();
}
Long int faktorial(int N) {
If(N==0)
Return(1);
Else
Return(N * faktorial(N – 1));
}

***44***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int x, y; /* x dan y bertipe int */
Int *px; /* px pointer yang menunjuk objek */
Clrscr();
X = 87;
Px = &x; /* px berisi alamat dari x */
Y = *px; /* y berisi nilai yang ditunjuk px */
Printf(“Alamat x = %p\n”, &x);
Printf(“Isi px = %p\n”, px);
Printf(“Isi x = %i\n”, x);
Printf(“Nilai yang ditunjuk oleh px = %i\n”, *px);
Printf(“Nilai y = %i\n”, y);
Getch();
Return 0;
}

***45***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ float *x1, *x2, y;
Clrscr();
Y = 13.45;
X1 = &y; /* Alamat dari y disalin ke variabel x1 */
X2 = x1; /* Isi variabel x1 disalin ke variabel x2 */
Printf(“Nilai variabel y = %.2f ada di alamat %p\n”, y, x1);
Printf(“Nilai variabel y = %.2f ada di alamat %p\n”, y, x2);
Getch();
Return 0;
}

***46***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int nilai[3], *penunjuk;
Clrscr();
Nilai[0] = 125;
Nilai[1] = 345;
Nilai[2] = 750;
Penunjuk = &nilai[0];
Printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *penunjuk, penunjuk);
Printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *(penunjuk+1), penunjuk+1);
Printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *(penunjuk+2), penunjuk+2);
Getch();
Return 0;
}

***47***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int a = 100, b = 200, *pa, *pb;
Clrscr();
Pa = &a;
Pb = &b;
If(pa pb)
Printf(“pa menunjuk ke memori lebih tinggi dari pb\n”);
Getch();
Return 0;
}

***48***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
Char *nama1 = “SPIDERMAN”;
Char *nama2 = “GATOTKACA”;
Int main()
{ char namax;
Clrscr();
Puts(“SEMULA :”);
Printf(“Saya suka >> %s\n”, nama1);
Printf(“Tapi saya juga suka >> %s\n”, nama2);
/* Penukaran string yang ditunjuk oleh pointer nama1 dan nama2 */
Printf(“SEKARANG :”);
Printf(“Saya suka >> %s\n”, nama1);
Printf(“Dan saya juga masih suka >> %s\n”, nama2);
Getch();
Return 0;
}

***49***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Void misteri1(char *);
Void main() {
Char string[] = “characters”;
Printf(“String sebelum proses adalah %s”, string);
Misteri1(string);
Printf(“String setelah proses adalah %s”, string);
}
Void misteri1(char *s) {
While ( *s != ” ) {
If ( *s >= ‘a’ && *s <= 'z' )
*s -= 32;
++s;
}
}

***50***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ static int tgl_lahir[] = { 13,9,1982 };
Int *ptgl;
Ptgl = tgl_lahir; /* ptgl berisi alamat array */
Printf(“Diakses dengan pointer”);
Printf(“Tanggal = %i\n”, *ptgl);
Printf(“Bulan = %i\n”, *(ptgl + 1));
Printf(“Tahun = %i\n”, *(ptgl + 2));
Printf(“\ndiakses dengan array biasa\n”);
Printf(“Tanggal = %i\n”, tgl_lahir[0]);
Printf(“Bulan = %i\n”, tgl_lahir[1]);
Printf(“Tahun = %i\n”, tgl_lahir[2]);
Getch();
Return 0;
}

***51***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main()
{ int x[5], *p, k;
Clrscr();
P = x;
X[0] = 5; /* x[0] diisi dengan 5 sehingga x[0] = 5 */
X[1] = x[0]; /* x[1] diisi dengan x[0] sehingga x[1] = 5 */
X[2] = *p + 2; /* x[2] diisi dengan x[0] + 2 sehingga x[2] = 7 */
X[3] = *(p+1) – 3; /* x[3] diisi dengan x[1] – 3 sehingga x[3] = 2 */
X[4] = *(x + 2); /* x[4] diisi dengan x[2] sehingga x[4] = 7 */
For(k=0; k= 97) || ( c = 65) || (c <= 90) )
++huruf [ c – 65 ];
}
Fclose(in);
}
Void CETAK ( int huruf[] ) {
Int counter;
For ( counter = 0 ; counter <= 25 ; counter++ )
Printf ("\n%c%5d", counter + 65, huruf[counter] );
}

***57***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”
Int main() {
Int request, account;
Float balance;
Char name[25];
FILE *cfptr;
If ( (cfptr = fopen("klien.dat", "r+") ) == NULL )
Printf("File could not be opened\n");
Else {
Printf ( "Enter request\n"
"1 – List accounts with zero balances\n"
"2 – List accounts with credit balances\n"
"3 – List accounts with debit balances\n"
"4 – End of run\n? " ) ;
Scanf( "%d", &request );
While (request != 4) {
Fscanf (cfptr, "%d%s%f", &account, name, &balance);
Switch (request) {
Case 1:
Printf ("\naccounts with zero balances:\n");
While ( !Feof(cfptr) ) {
If (balance == 0)
Printf ("%-10d%-13s7.2f\n", account, name, balance);
Fscanf (cfptr, "%d%s%f", &account, name, &balance);
}
Break;
Case 2:
Printf ("\naccounts with credit balances:\n");
While ( !Feof(cfptr) ) {
If (balance 0)
Printf (“%-10d%-13s7.2f\n”, account, name, balance);
Fscanf (cfptr, “%d%s%f”, &account, name, &balance);
}
Break;
}
Rewind(cfptr);
Printf( “\n? “);
Scanf (“%d”, &request);
}
Printf (“End of run.\n”);
Fclose(cfptr);
}
}

Latihan Pertama di C++

*** 1 ***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”;
Int main () {
Int x,z;
Float y;
X = 12;
Y = 2.15;
Z = x*y;
Cout << “X=” << x <<endl;
Cout << “Y=” << y <<endl;
Cout << “Z=” << z <<endl;
Getch ();
Return 0;
}

*** 2 ***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”;
int main() {
int x;
float y, z;
x = 12.8;
y = 2.15;
z = x * y;
cout << "X =" << x << endl;
cout << "Y =" << y << endl;
cout << "Z =" << z << endl;
getch ();
return 0;
}

*** 3 ***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”;
int main() {
int x;
float y, z;
x = 12;
y = 2.15;
z = x * y;
cout << "X =" << x << endl;
cout << "Y =" << y << endl;
cout << "Z =" << z << endl;
getch ();
return 0;
}

*** 4 ***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”;
int main() {
int x;
x = 5;
char huruf = 'A';
char* kata = "Java";
cout << "X = " << x << endl;
cout << " huruf= "
<< huruf << endl;
cout << "kata= " <<
kata << endl;
getch ();
return 0;
}

*** 5 ***
#include “iostream.h”;
#include “conio.h”;
#include “stdio.h”;
int main() {
int A[3];
A[0] = 5;
A[1] = 10;
A[2] = 20;
cout<<"Nilai elemen ke-1 =
"<<A[0];
cout<<"Nilai elemen ke-2 =
"<<A[1];
cout<<"Nilai elemen ke-3 =
"<<A[2];
Getch ();
return 0;
}

Pelajaran Pemrograman Kedua (C++)

C++ adalah bahasa pemrograman komputer C++ dikembangkan di Bell Labs (Bjarne Stroustrup) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu BCL, Pada awalnya, bahasa tersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada sistem Unix, Pada perkembangannya, versi ANSI (American National Standart Institute) Bahasa pemrograman C menjadi versi dominan, Meskipun versi tersebut sekarang jarang dipakai dalam pengembangan sistem dan jaringan maupun untuk sistem embedded, Bjarne Stroustrup pada Bel labs pertama kali mengembangkan C++ pada awal 1980-an, Untuk mendukung fitur-fitur pada C++, dibangun efisiensi dan sistem support untuk pemrograman tingkat rendah (low level coding).[1] Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti inheritance dan overloading.[rujukan?] Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).[2]

Perbedaan Antara Bahasa pemrograman C dan C++ meskipun bahasa-bahasa tersebut menggunakan sintaks yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan, C merupakan bahasa pemrograman prosedural, dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut kedalam su-submasalah yang lebih kecil, Selain itu, C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.